Preloader
  • By Syahid
  • (0) comments
  • June 25, 2026

Sarasehan Ulama MUI DKI Jakarta Dorong Penguatan Ekoteologi dan Keberlanjutan Indonesia

Jakarta, 25 Juni 2026 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Indonesia Sustainability Movement (INAMOVE), dan Matahati TV menyelenggarakan kegiatan Sarasehan Ulama MUI DKI Jakarta tentang Ekoteologi dan Keberlanjutan Indonesia pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH Mas Mansoer, Gedung Fakultas Agama Islam (FAI) UMJ Lantai 4, Jakarta, ini menjadi forum strategis untuk membahas peran agama, kebijakan, teknologi, dan partisipasi masyarakat dalam menghadapi krisis lingkungan dan persoalan sampah yang semakin mendesak.

Acara dibuka dengan sambutan selamat datang oleh Prof. Dr. Drs. Sopa, M.Ag yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat manusia. Menurutnya, kesadaran ekologis harus terus dibangun melalui pendidikan, dakwah, dan aksi nyata di tengah masyarakat.

Dalam keynote speech yang disampaikan oleh Ketua MUI DKI Jakarta KH. Muhammad Faiz, Lc., M.A., dan dibacakan oleh Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta KH. Auza’i Mahfudz, ditegaskan bahwa merusak lingkungan merupakan tindakan yang memiliki konsekuensi dalam perspektif agama. Islam mengajarkan manusia untuk menjadi khalifah yang menjaga keseimbangan alam, sehingga segala bentuk kerusakan lingkungan harus dicegah dan ditanggulangi secara bersama-sama.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DKI Jakarta, Dedi Setiono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa permasalahan sampah merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat dan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan tokoh agama.

Diskusi yang dipandu oleh Dr. Rahmat Hidayatullah Pulungan berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan tanggapan yang memperkaya pembahasan mengenai ekoteologi, pengelolaan sampah, dan keberlanjutan lingkungan.

Pada sesi panel diskusi, KH. Muladi Mugheni sebagai panelis pertama memaparkan perspektif syariah mengenai persoalan sampah dan menegaskan pentingnya peran ulama dalam memberikan edukasi kepada umat terkait kondisi darurat sampah yang tengah dihadapi berbagai daerah di Indonesia.

Panelis kedua, Dede Firmansyah selaku SVP Stakeholder Relations DENERA, menjelaskan bahwa pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan bagian dari ikhtiar untuk mengembalikan kualitas lingkungan sekaligus memberikan manfaat energi bagi masyarakat. Menurutnya, teknologi modern dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan sampah secara berkelanjutan.

Pandangan serupa disampaikan oleh Ahmad Alamsyah Saragih, mantan Komisioner Ombudsman RI. Ia menilai Indonesia saat ini tengah melakukan lompatan besar dalam pemanfaatan teknologi pengelolaan sampah menjadi energi. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari transformasi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan efisien. Namun yang tak kalah penting menurutnya internalisasi kesadaran warga terhadap penanganan sampah sejak dini sehingga membentuk budaya.

Selanjutnya, Dr. Ir. Kirman Siregar, Peneliti Senior Lingkungan IPB sekaligus Chairman ILCAN, memaparkan pentingnya penanganan sampah yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan. Ia juga menguraikan realitas krisis darurat sampah yang dihadapi Indonesia serta perlunya langkah-langkah komprehensif untuk mengurangi dampak lingkungan yang semakin serius.

Sementara itu, panelis kelima, Ir. Edy Sutrisman, M.M., Praktisi Rancang Bangun Industri, memperkenalkan berbagai teknologi tepat guna terintegrasi untuk penanganan sampah. Ia menjelaskan sejumlah alternatif teknologi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan daerah guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus MUI DKI Jakarta, dosen, mahasiswa PKU MUI DKI Jakarta, serta berbagai tamu undangan dari unsur akademisi, organisasi masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui sarasehan ini, para peserta berharap lahir penguatan sinergi antara ulama, akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun kesadaran ekologis serta mewujudkan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Syahid

previous post next post

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

contact info

subscribe newsletter

Awesome hexagon themed stream pack, You can change hexagon

Get updates On New Courses and News

© 2024 Pendidikan Kader Ulama MUI DKI Jakarta | All Rights Reserved

Choose Language >>